Pemimpin Kemendagri Tunjuk 49 Pejabat Baru, Soroti Loyalitas dan Prestasi Kerja

Jumat, 13 Februari 2026 | 14:45:46 WIB
Pemimpin Kemendagri Tunjuk 49 Pejabat Baru, Soroti Loyalitas dan Prestasi Kerja

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian melantik total 49 pejabat di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sebagai bagian dari upaya memperkuat tim kerja dan mendorong kinerja yang lebih tinggi di tengah tanggung jawab besar kementerian tersebut. Pelantikan itu, yang terdiri atas 15 pejabat pimpinan tinggi pratama serta 34 pejabat administrator, digelar di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta pada 12 Februari 2026.

Pelantikan dalam Bingkai Dinamika Organisasi

Dalam sambutannya, Tito menegaskan bahwa pergantian struktur pejabat bukan sekadar formalitas birokrasi, melainkan bagian penting dari dinamika organisasi yang harus terus bergerak untuk mencapai tujuan pelayanan publik yang unggul. Menurut Tito, selaku kepala kementerian, langkah ini bertujuan untuk memastikan jajaran Kemendagri memiliki daya dukung yang kuat terhadap berbagai tugas strategis kementerian.

Tito mengatakan pelantikan merupakan jawaban atas kebutuhan organisasi dalam menghadapi tantangan tugas yang kian komplek dan menuntut kerja cepat serta tanggung jawab tinggi. Ia juga menyampaikan bahwa posisi yang diberikan kepada para pejabat bersifat sementara dan akan terus dievaluasi sesuai dengan prestasi dan kontribusi mereka. “Ini jabatan sementara pasti akan ada akhirnya juga, jadi saya akan mengevaluasi,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dirilis Kamis siang.

Peran Loyalitas di Tengah Tuntutan Kinerja Tinggi

Dalam arahannya, Tito menekankan bahwa loyalitas sejati kepada tugas dan visi organisasi menjadi fondasi utama yang harus dimiliki oleh setiap pejabat yang baru dilantik. Menurutnya, loyalitas harus berjalan seiring dengan prestasi kerja yang dapat diukur melalui hasil nyata. Pesan ini penting mengingat Tito juga diberi tanggung jawab tambahan, seperti sebagai Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) serta Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, yang menuntut kerja sama tim yang solid.

Tito secara tegas meminta para pejabat yang dilantik untuk tidak terjebak dalam rutinitas, tetapi terus berinovasi dan memberikan kontribusi optimal. Ia ingin stafnya menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar menjalankan tugas administratif yang biasa saja. “Rekan-rekan yang dilantik tolong buktikan, rekan-rekan mampu untuk membantu saya dan kemudian saya juga minta jangan terjebak dalam rutinitas,” ujarnya menambahkan.

Tekanan Presiden Prabowo Subianto Terhadap Tim Kemendagri

Selain mengingatkan pentingnya loyalitas dan kerja keras, Tito juga menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, turut memberikan tekanan agar semua jajaran bekerja secara maksimal. Presiden, menurut Tito, memiliki ritme kerja yang cepat dan tinggi, sehingga menuntut para pejabat untuk memiliki efektivitas dan efisiensi tinggi pula. Dalam konteks ini, Tito menegaskan bahwa dirinya memerlukan tim yang mendukung kerja cepat dan kualitas tinggi.

Hal ini menunjukkan bahwa arah korporat di Kemendagri tidak hanya berfokus pada pelantikan simbolis, tetapi juga pada perumusan langkah-langkah strategis untuk menyelaraskan visi kementerian dengan ekspektasi Presiden terkait hasil kerja nyata yang berdampak luas.

Analogi “Tenda Kelompok” untuk Memperkuat Kinerja Bersama

Dalam diskusinya dengan para pejabat yang baru dilantik, Tito juga memberikan analogi yang cukup populer, yakni teori “tenda kelompok”. Menurutnya, Kemendagri ibarat sebuah tenda yang berfungsi memberi perlindungan, penghidupan, status, serta kehormatan bagi semua anggotanya. Akan tetapi, tenda tersebut hanya bisa kuat dan berdiri kokoh ketika semua pihak di bawahnya turut menopang dan bekerja bersama demi tujuan bersama.

Sebaliknya, jika ada satu atau beberapa pihak yang tidak berkontribusi secara maksimal, Tito memperingatkan bahwa struktur organisasi itu bisa runtuh dan tidak lagi efektif dalam menjalankan fungsinya. Oleh karena itu, ia menekankan agar para pejabat baru dapat menopang “tenda tersebut” melalui kerja aktif dan prestasi nyata dalam tugasnya masing-masing.

Hadirnya Para Pimpinan Terkait dalam Acara

Pelantikan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi lainnya di lingkungan Kemendagri, termasuk Sekretaris Jenderal Kemendagri, Tomsi Tohir, serta para pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama. Kehadiran mereka dianggap sebagai bentuk dukungan penuh terhadap agenda pembinaan serta penataan struktural di kementerian.

Dengan latar belakang tugas yang makin luas dan tuntutan kerja yang semakin berat, langkah pelantikan besar-besaran ini dipandang sebagai momentum penting dalam rangka memperkuat birokrasi di level internal Kemendagri. Para pejabat yang dilantik kini dihadapkan pada tugas untuk menerjemahkan arahan pimpinan menjadi kinerja nyata demi kemajuan pelayanan publik dan pencapaian tujuan nasional pemerintah.

Terkini